Konflik Kesultanan Sulu

RI Dukung Penyelesaian Konflik Kesultanan Sulu

Kamis, 28 Februari 2013 09:43 wib | Aulia Akbar - Okezone

Jubir Menlu Michael Tene. (Foto : Dok Kemenlu) Jubir Menlu Michael Tene. (Foto : Dok Kemenlu) JAKARTA - Sampai saat ini, para pengikut Sultan Sulu masih menduduki wilayah Sabah dan mengabaikan desakan Pemerintah Filipina. Menyikapi hal ini, Indonesia pun menyuarakan dukungannya bagi Malaysia dan Filipina yang sedang berupaya mengatasi masalah ini.

Pemerintah Filipina terus meminta para loyalis Sultan Sulu agar meninggalkan wilayah Sabah. Mereka pun menduga bahwa ada pihak asing yang mendukung para loyalis Sultan Sulu melancarkan aksi agresifnya ke wilayah Malaysia. Menanggapi hal itu, Indonesia pun mendukung upaya Malaysia dan Filipina yang tengah berupaya menyelesaikan perseteruan itu.

"Kita ketahui masalah ini sedang ditangani oleh Pemerintah Malaysia dan Filipina. Dan kita mendukung upaya pemerintah kedua negara itu (dalam menyelesaikan isu Sabah)," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Michael Tene, saat dihubungi Okezone, Kamis (28/2/2013).

Sejauh ini, Putera Mahkota Sulu Datu Raja Muda Agbimuddin Kiram mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat buruk dengan berkunjung ke Sabah. Namun Malaysia sudah memberi lampu hijau bagi aparat keamanannya untuk melucuti senjata para pasukan Sulu.

Para loyalis Kesultanan Sulu telah menduduki Desa Tanduo di Lahad Datu sejak 9 Februari lalu. Mereka mengklaim wilayah di Sabah itu masih dalam kekuasaan Kesultanan Sulu, yang saat ini dipimpin oleh Sultan Jamalul Kiram III yang bermukim di Filipina.

Selama hampir tiga pekan, para pengikut Sultan Sulu yang dipimpin oleh Raja Muda Azzimudie Kiram telah kehabisan bahan pangan. Namun mereka bersikeras tetap menduduki wilayah itu. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »