Situasi Sabah Persulit Pemilu Malaysia

Selasa, 05 Maret 2013 10:08 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Polisi Malaysia di Sabah (AP) Foto : Polisi Malaysia di Sabah (AP) KUALA LUMPUR - United Malays National Organisation (UMNO) mulai mempertimbangkan penundaan pemilu karena situasi di Sabah masih memanas. Perdana Menteri Najib Razak juga cuku khawatir, isu Sabah akan semakin mengganggu perekonomian Malaysia.

"Akan sangat sulit menggelar pemilu bila situasi di Sabah masih seperti itu," ujar pejabat UMNO, seperti dikutip Reuters, Selasa (5/3/2013).

"Ini bukan hanya isu keamanan, ini adalah isu pemilu byang besar, yang bisa dimanipulasi oleh fraksi oposisi," tegasnya.

Bagi Negeri Jiran, krisis Sabah cukup rumit karena berkaitan dengan isu imigran legal dari Filipina ke Malaysia. Menurut Pemerintah Filipina, sekira 800 ribu warga Filipina tinggal di Sabah.

"Masalah yang dihadapi Pemerintah Malaysia adalah prospek warga-warga Sulu yang memiliki kartu identitas Malaysia. Banyak dari mereka tinggal di Sabah," paparnya.

Di saat konflik Sabah memanas, Malaysia pun langsung mendeportasi 300 imigran gelap Filipina. Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario langsung terbang ke Malaysia dan mendesak Malaysia bertoleransi dalam menangani imigran gelap Filipina.

Seperti diketahui, konflik Sabah telah menelan korban jiwa sebanyak 27 orang. Korban dari konflik itu berada dalam sisi Kesultanan Sulu dan juga polisi Malaysia.

Malaysia pun mengirim dua batalion militer ke wilayah Sabah usai personil kepolisiannya tewas. Sementara itu, banyak warga Malaysia di Sabah yang terpaksa melarikan diri karena takut akan baku tembak itu. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »