Putus Asa, Pengungsi Suriah Terjerembab Prostitusi

Sabtu, 09 Maret 2013 11:39 wib | Fajar Nugraha - Okezone

Foto: Orange Foto: Orange ZAATARI - Kondisi peperangan yang terjadi di Suriah memaksa warganya mengungsi ke tempat yang aman. Tetapi kondisi yang buruk di pengungsian, membuat perempuan Suriah yang mengungsi justru jatuh ke jurang prostitusi.

Kondisi ini dialami oleh seorang pengungsi Suriah yang saat ini berada di Yordania. Mereka terpaksa melakukan hal tersebut karena harus mengirimkan uang kepada keluarga yang masih berada di Suriah atau bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di lokasi pengungsian.

Situasi itu dialami oleh gadis berusia 19 tahun bernama Nada. Perempuan itu melarikan diri dari kota perbatasan, Daraa ke Yordania beberapa bulan lalu. Ayahnya, hanya bisa melihat sang putri menjajakan tubuhnya ke orang-orang yang tidak dikenal.

Nada menawarkan tubuhnya dengan harga sebesar USD7 atau sekira Rp67 ribu (Rp9.682 per USD). Sementara dalam satu hari Nada bisa mendapatkan uang hingga USD70 atau sekira Rp677 ribu.

Lain halnya dengan seorang pria bertato asal Suriah yang juga tinggal di penampungan. Pria yang mengaku memiliki usaha potong rambut di kota kelahirannya, Idlib, justru menjual istrinya sendiri.

"Anda bisa memiliki selama satu hari untuk USD70 atau sekira Rp677 ribu," tawar pria itu, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (9/3/2013).

Menurut pria yang tidak diketahui namanya itu, dirinya terpaksa menjual istrinya sendiri karena membutuhkan uang untuk dikirimkan kepada kedua orangtua di Suriah. Selama satu bulan, dia harus mengirimkan uang sekira USD200 atau sekira Rp1,9 juta.

Gelombang pengungsian warga Suriah ke Yordania terus meningkat, begitu pula rasa putus asa yang mereka alami. Negara asal mereka yang kini hancur karena perang saudara dan kesulitan ekonomi, makin membuat banyak warga Suriah lebih mencari perlindungan di negara lain.

Banyak dari perempuan Suriah yang lari ke Yordania kini justru terjun ke dunia prostitusi. Beberapa dari mereka terpaksa melakukan itu atau bahkan dijual oleh keluarganya sendiri. Mereka bahkan turut menjadi korban perdagangan dari mucikari yang beroperasi.

Perempuan-perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia, merasa malu dengan kondisi yang dialami saat ini. Mereka juga takut dengan para penegak hukum di Yordania. Praktek prostitusi dianggap ilegal di Yordania dan bisa dijatuhi hukuman penjara tiga tahun. Perempuan asing yang melakukan prostitusi bisa diancam dideportasi. (faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »