Konflik Kesultanan Sulu

Konflik Sabah, Ujian Hubungan Malaysia-Filipina

Selasa, 12 Maret 2013 01:01 wib | Fajar Nugraha - Okezone

Pengikut Kesultanan Sulu yang ditangkap (Foto: The Star) Pengikut Kesultanan Sulu yang ditangkap (Foto: The Star) KUALA LUMPUR - Konflik Kesultanan Sulu di Sabah, melibatkan hubungan antara Malaysia dan Filipina. Pihak Filipina mempertanyakan nasib warga mereka yang dikabarkan disiksa oleh pihak Malaysia, terkait dengan pendudukan yang dilakukan oleh loyalis Kesultanan Sulu.

Seperti diketahui sebelumnya, Kesultanan Sulu berada di wilayah paling selatan di Filipina. Masih muncul ketika pengikut Kesultanan Sulu menduduki wilayah Sabah di Malaysia pada 9 Februari lalu.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Filipina mendesak Malaysia untuk menjelaskan laporan yang menyebutkan bahwa warga Filipina yang memasuki Sabah itu dilakukan semena-mena. Selain itu, Kemlu Filipina meminta agar diplomat mereka diberikan akses penuh terhadap warga Filipina yang ditahan ketika Malaysia tengah menangani pengikut Kesultanan Sulu.

"Kami menyesalkan adanya laporan yang menyebutkan adanya warga Filipina yang dikumpulkan di Lahad Datu. Tuduhan itu sangat mengkhawatirkan dan harus dikonfirmasi oleh pihak berwenang (Malaysia)," pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina, seperti dikutip Associated Press, Selasa (12/3/2013).

Pihak Malaysia belum bereaksi atas permintaan Filipina ini. Namun pihak Kepolisian Diraja Malaysia mengatakan, ada 85 warga Filipina yang ditahan tanpa persidangan berdasarkan undang-undang keamanan Malaysia. Mereka diselidiki atas keterkaitannya dengan pengikut Kesultanan Sulu.

Imbauan dari Filipina turut didukung oleh sebuah lembaga pemerhati HAM, Human Rights Watch (HRW). Menurut HRW, Malaysia harus memberikan informasi mengenai kondisi di Sabah saat ini kepada Filipina, termasuk pula beberapa warga Filipina yang ditahan tanpa persidangan.

Para pengikut Kesultanan Sulu mengklaim bahwa wilayah Sabah merupakan milik mereka. Sejak 9 Februari lalu mereka menduduki wilayah Lahad Datu yang berujung pada baku tembak antara pengikut Kesultanan Sulu dengan Polisi Malaysia pada 1 Maret.

Setidaknya 53 dari sekira 200 pengikut Sultan Jamalul Kiram III itu tewas dan sisanya ada yang tertangkap serta melarikan diri. Sementara delapan anggota Kepolisian Malaysia juga dilaporkan tewas dalam insiden ini. (faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »