Prancis & Inggris, Minta Eropa Beri Senjata ke Oposisi Suriah

Rabu, 13 Maret 2013 15:12 wib | Wahyu Dwi Anggoro - Okezone

Pasukan oposisi Suriah (Foto: Reuters) Pasukan oposisi Suriah (Foto: Reuters) LONDON – Prancis dan Inggris mendesak Uni Eropa (UE) mencambut embargo senjata yang diberikannya pada oposisi Suriah. Saat ini pihak oposisi kesulitan menghadapi pasukan pemerintah karena mengalami kekurangan senjata.

“Saya harap kami dapat membujuk negara anggota Uni Eropa lainnya. Saya kira mereka akan setuju jika kondisi oposisi Suriah makin sulit,” ujar Perdana Menteri Inggris David Cameron, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/2/2013).

“Walaupun nanti upaya kami gagal, kami akan mencari cara lain untuk memberi bantuan senjata kepada oposisi Suriah,” lanjut Cameron.

Prancis dan Inggris percaya mereka dapat memaksa Presiden Basahar Al-Assad ke meja perundingan jika oposisi Suriah menerima bantuan persenjataan dari negara Barat. Saat ini rezim Assad enggan berkompromi dengan pihak oposisi karena merasa masih dapat memenangkan konflik Suriah.

Sikap Prancis dan Inggris itu sendiri mendapat tentangan dari Jerman. Jerman memperingatkan senjata yang mereka berikan kepada pihak oposisi dapat jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab jika kondisi konflik di Suriah makin tidak terkendali.

Amerika Serikat (AS) sebelumnya menyebut beberapa faksi oposisi Suriah memiliki hubungan dengan al-Qaeda. Salah satunya adalah front Al-Nusra yang kini sudah dimasukkan dalam daftar organisasi teroris milik AS. (faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »