Bali Process Kembali Bahas Imigran Gelap

Senin, 18 Maret 2013 12:01 wib | Wahyu Dwi Anggoro - Okezone

Imigran yang berusaha mencari tempat baru (Foto: Reuters) Imigran yang berusaha mencari tempat baru (Foto: Reuters) JAKARTA - Banyak imigran gelap yang menuju ke Australia menjadikan Indonesia sebagai tempat transitnya. Pemerintah pun mengajak negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk menyelesaikan masalah imigran gelap secara bersama.

Data dari UNHCR menunjukkan, terdapat sekira 7.000 imigran gelap yang transit di Indonesia selama lima tahun ke belakang. Kebanyakan imigran gelap berasal dari Sri Lanka dan Afghanistan.

Selain Indonesia, negara lainnya yang dijadikan tempat transit antara lain Malaysia dan Thailand. Pemerintah pun berinisiatif mengadakan forum Bali Process yang khusus membahas masalah imigran gelap.

"Bali Process adalah satu-satunya forum yang mempertemukan negara sumber, negara transit dan negara tujuan," ujar Dirjen Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, di tengah pertemuan UNHCR tentang imigran gelap, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/3/2013).

"Ada sekitar 44 negara yang ikut dalam Bali Process, beberapa badan internasional seperti UNHCR juga ikut jadi pengamat," tambah Hasan.

Forum Bali Process sendiri bersifat tahunan, tahun ini forum tersebut akan digelar pada 1-2 April mendatang. (faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »