Imigran Gelap Dianggap Masalah Sensitif di Asia Pasifik

Senin, 18 Maret 2013 13:44 wib | Wahyu Dwi Anggoro - Okezone

Imigran yang berusaha mencari tempat baru (Foto: Reuters) Imigran yang berusaha mencari tempat baru (Foto: Reuters) JAKARTA – Masalah imigran gelap dianggap sebagai masalah yang sensitif di kawasan Asia Pasifik. Dialog pun diperlukan agar negara-negara yang terlibat tidak saling menyalahkan.

“Masalah imigran gelap adalah masalah yang sangat sensitif karena melibatkan banyak negara dan bersifat lintas batas,” jelas Dirjen Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, di sela pertemuan UNHCR di Hotel borobudur, Jakarta, Senin (17/3/2013).

“Negara-negara yang terlibat harus berbagi tanggung-jawab untuk mengatasi masalah ini. Jangan sampai mereka justru saling menyalahkan satu sama lain,” lanjutnya.

Dijelaskan Hasan, negara-negara yang terlibat dalam masalah imigran gelap dapat dibagi menjadi tiga kelompok yakni negara sumber, negara transit dan negara tujuan. Indonesia selama ini menjadi negara transit bagi imigran gelap yang ingin menuju ke Australia.

Bentuk imigran gelap sendiri ada yang menjadi korban perdagangan manusia, namun terdapat juga yang secara suka rela pergi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

“Masalah imigran gelap adalah masalah kemanusiaan, kebanyakan dari mereka hanya ingin untuk memiliki hidup yang lebih baik daripada di negara asalnya,” pungkas Hasan. (faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »