Paus Fransiskus Buat Pengawalnya Pusing

Rabu, 20 Maret 2013 07:19 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Paus Fransiskus I mengitari Lapangan Basilika Santo Petrus (Reuters) Foto : Paus Fransiskus I mengitari Lapangan Basilika Santo Petrus (Reuters) ROMA - Para pengawal Paus Fransiskus I mengaku kesulitan untuk menjaga keamanan Pemimpin Gereja Katolik baru itu. Paus ramah dari Argentina itu seringkali menyelinap masuk ke kerumunan warga, dan membuat petugas keamanan kebingungan.

Menurut para petugas keamanan paus, pria berusia 76 tahun itu sering menghampiri warga-warga secara mendadak di saat dirinya menyaksikan adanya kesempatan. Paus yang sangat ramah pada wartawan-wartawan di Vatikan itu mengarungi kerumunan warga yang hadir dalam inagurasi pelantikannya.

Kemarin, paus menghabiskan 17 menit untuk mengitari Lapangan Basilika Santo Petrus dengan menggunakan mobil jip putih tanpa kap. Terkadang paus berhenti untuk mencium bayi atau memberkati warga. Para pengawal paus mengaku cukup pusing ketika harus mengawal pria bernama Kardinal Jorge Bergoglio itu.

"Setiap kali dia (paus) melakukan tindakan seperti itu, akan muncul resiko baru yang dikhawatirkan menimpanya," ujar Presiden Asosiasi Nasional untuk Keamanan Publik dan Pribadi, Massimo Blanco, seperti dikutip USA TODAY, Rabu (20/3/2013).

"Semakin sulit bagi kami untuk melindungi seseorang yang sering mengadakan kontak dengan publik, ketimbang seseorang yang lebih suka berada di dalam pengamanan yang ketat, dan menjaga jarak dengan publik," imbuhnya.

Seperti diketahui, keamanan ekstra bagi seorang Pemimpin Gereja Katolik mulai ditingkatkan setelah muncul insiden penembakan terhadap Paus Yohanes Paulus II pada Mei 1981 silam di Basilika Santo Petrus. Paus Yohanes ditembak empat kali dari jarak dekat oleh seorang militan Turki Mehmet Ali Agca.

"Pengamanan kepausan selalu ada, namun peristiwa penembakan Paus Yohanes Paulus telah mengubah segalanya. Saat ini, keamanan menjadi prioritas utama kami," ujar seorang sejarawan Alistair Sear.

Sejauh ini, Vatikan telah mencatat tiga rencana pembunuhan terhadap Pimpinan Gereja Katolik yang dimulai dari masa kepausan Paus Yohanes I. Oleh karena itulah, petugas keamanan yang ditugaskan menagawal paus adalah para agen yang terbaik di dunia. Petugas-petugas keamanan itu juga sudah memanfaatkan peralatan canggih untuk membantu proses pengamanan paus. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »