Budak Seks Jepang Bisa Ciptakan Masalah Baru

Senin, 06 Mei 2013 11:35 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Wunn Foto : Wunn WASHINGTON - Mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Jepang John Thomas Schieffer khawatir dengan langkah Tokyo yang hendak merevisi Pernyataan Kono 1993 mengenai isu budak seks. Hal itu dinilai bisa merusak kepentingan nasional AS.

Dalam Simposium AS - Jepang di Washington, Schieffer mengatakan bahwa isu budak seks sama sekali tidak dapat dibenarkan. Lewat Pernyataan Kono, Pemerintah Jepang mengakui bahwa pasukannya merekrut perempuan-perempuan di era kolonial, namun pernyataan itu akan direvisi oleh Perdana Menteri Shinzo Abe.

"Jepang merasa dilecehkan dengan Pernyataan Kono. Sekretaris Kabinet akan memutuskan (revisi) setelah mereka mendengarkan opini-opini para pakar," ujar Abe pada Desember lalu, seperti dikutip Donga Il Bo, Senin (6/5/2013).

Salah satu suratkabar di Jepang menilai, ada perbedaan yang mencolok antara AS dan Jepang mengenai isu budak seks. AS memandang hal itu sebagai pelanggaran HAM, namun Jepang memandangnya sebagai peristiwa sejarah.

"Revisi dari Pernyataan Kono akan menciptakan ombak kecil dalam hubungan AS dan Jepang yang sudah membaik belakangan ini," demikian artikel di Nihon Keizai Shimbun.

Di bawah kepemimpinan Abe, Jepang terlihat lebih seirng menggunakan retorika kerasnya dalam komunitas internasional. Beberapa pekan yang lalu, Abe juga berkomentar mengenai "invasi" Jepang di era kolonial yang menimbulkan kesalahpahaman.

Komentar Abe diprediksi bisa menciptakan kesalahpahaman yang cukup besar. Korea Selatan (Korsel) juga terlihat cukup kesal dengan pernyataan Abe mengenai hal itu. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »