Budak Seks Jepang Tuai Komentar Filipina

Rabu, 15 Mei 2013 17:01 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Perempuan penghibur Jepang (japancrush) Foto : Perempuan penghibur Jepang (japancrush) MANILA - Pemerintah Filipina mengingatkan Jepang atas ucapan Walikota Osaka Toru Hashimoto mengenai budak seks atau perempuan penghibur. Filipina meminta Jepang agar mempertimbangkan kembali pernyataannya atas isu sensitif tersebut.

"Pemerintah Filipina selalu mendesak Jepang agar lebih teliti dalam mengeluarkan pernyataan mengenai isu ini (budak seks), karena mereka sering menyerang perasaan negara lain yang menjadi korban Perang Dunia II," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang Raul Hernandez, seperti dikutip GMA, Rabu (15/5/2013).

Seperti diketahui, perempuan-perempuan Filipina kerap minta bekerja sebagai perempuan penghibur di rumah bordil Jepang tepat pada dekade 1930an dan 1940an.

Manila tidak menuntut Jepang untuk meminta maaf atas pernyataan itu, namun mereka menegaskan kembali bahwa Jepang harus menghormati Pernyataan Kono 1993 dan surat yang dilayangkan mantan Perdana Menteri Junichiro Koizumi ke Filipina terkait isu budak seks.

Kemarin, Hashimoto selaku pejabat China mengatakan bahwa perempuan-perempuan penghibur memang sangat dibutuhkan oleh pasukan Jepang yang berjuang di medan perang. Hashimoto pun menyarankan pasukan-pasukan AS di Okinawa untuk menyewa jasa pekerja seks.

Komentar Hashimoto langsung ditanggapi Pentagon di Washington, Amerika Serikat. Pentagon menyebut pernyataan Hashimoto sebagai ucapan yang sangat bodoh.

Meski demikian, Pemerintah Jepang enggan mengkomentari pernyataan Hashimoto tersebut. Mereka berpendapat bahwa komentar itu diutarakan Hashimoto sebagai seorang politisi dari partai oposisi, Partai Restorasi Jepang, bukan sebagai pejabat tinggi Negeri Sakura. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »