Prajurit Inggris Dibunuh

Inggris Awasi Ceramah Ulama Radikal

Senin, 27 Mei 2013 15:12 wib | Wahyu Dwi Anggoro - Okezone

Komunitas Muslim di Inggris (Foto: Sky News) Komunitas Muslim di Inggris (Foto: Sky News) LONDON – Pemerintah Inggris akan mengawasi ulama radikal yang ada di negara mereka. Ceramah yang bersifat radikal disebut ikut mendorong terjadinya peristiwa pembantaian Woolwich.
 
Salah satu pelaku pembantaian, Michael Adebolajo, diketahui sempat mengikuti kelompok radikal Al Mouhajirun. Kelompok itu telah dibubarkan pemerintah karena pemikiran garis keras yang mereka punya.
 
“Strategi pemerintah adalah mengajak warga untuk mengawasi kelompok ekstrimis yang ada di dalam komunitas mereka,” ujar Menteri Komunitas Inggris Eric Pickles, seperti dikutip Sky News, Senin (27/5/2013).
 
“Kami tidak hanya mengawasi tokoh radikal di komunitas muslim. Namun juga kelompok ekstrim sayap kanan English Defence League (EDL),” lanjut Pickles.
 
Tragedi Woolwich memang menimbulkan ketegangan sektarian di Inggris. Anggota ekstrimis sayap kanan melakukan serangan anti-muslim di seluruh penjuru negeri.
 
Kelompok Faith Matters mengatakan, jumlah serangan anti-muslim meningkat 10 kali lipat sejak tragedi Woolwich terjadi. Setidaknya sudah ada 150 serangan yang mengincar tempat berkumpul warga muslim Inggris.
 
Michael Adebolajo adalah pria keturunan Nigeria yang sejak 2004 memeluk Islam. Dia membantai prajurit bernama Lee Rigby untuk membalas invasi di Irak dan Afghanistan.
(ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »