Tragedi karamnya kapal pesiar Costa Concordia juga mempengaruhi WNI yang turut menjadi korban. Tetapi seluruh WNI yang sebagian besar bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) ini, sudah dalam perlindungan KBRI Italia.
Kapten Kapal Costa Concordia Francesco Schettino, dinobatkan menjadi seorang yang paling dibenci di Italia. Beberapa pihak menyalahkan Schettino karena dirinya mengabaikan keselamatan penumpang saat kapal pesiar itu kecelakaan.
Penyebab karamnya kapal pesiar Costa Concordia perlahan-lahan terkuak. Kapten kapal sepertinya diketahui sengaja membawa kapalnya ke perairan dangkal untuk menyapa temannya yang berada di Pulau Giglio dengan memberikan sinyal.
Kapten Kapal Costa Concordia Francesco Schettino yang membawa kapalnya karam di perairan Porto Santo Stefano, Italia, bisa didakwa melakukan pembunuhan.
Insiden yang dialami kapal pesiar Costa Concordia menyimpan kisah pilu bagi para penumpang kapal. Mereka mengaku terpaksa merangkak demi menyelamatkan diri, sesaat kapal tersebut karam di Giglio, Italia.
Petugas penjaga pantai Italia mengerahkan para penyelamnya di lokasi karamnya kapal pesiar Costa Concordia. Mereka menemukan dua orang jasad pria lanjut usia yang masih menggunakan pelampung.
Sekira enam orang tewas dan 4 ribu orang penumpang dan anak buah kapal (ABK) dievakuasi ketika Kapal Pesiar Costa Concordia yang sangat besar mengalami kecelakaan di dekat pulau Giglio. Kapal itupun terancam akan tenggelam.