Banjir yang melanda sebuah provinsi di Afghanistan bagian utara dikabarkan telah menyebabkan sekira 19 orang tewas. Selain itu, banjir juga turut menghancurkan ratusan rumah warga.
North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan militer Amerika Serikat (AS) mengeluarkan permintaan maaf atas serangan udara yang menewaskan warga sipil Afghanistan. Serangan itu sebelumnya terjadi di dua desa di Afghanistan.
Sebanyak lima orang polisi Afghanistan dan empat orang pengawal yang bertugas untuk melindungi pejabat Departemen Pendidikan Afghanistan, tewas dalam serangan yang dilancarkan militan Taliban.
Setidaknya 26 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya dinyatakan hilang dalam sebuah pesta pernikahan setelah banjir bandang menghantam Distrik Deh Mardan di Provinsi Sari Pul, bagian utara Afghanistan.
Ratusan orang dilaporkan memblokir jalan raya Kabul-Kandahar, Afghanistan. Tindakan ini mereka lakukan sebagai aksi protes atas tindakan pasukan NATO yang dituding menewaskan empat anak dalam sebuah bentrokan di bagian selatan Afghanistan.
Aksi kekerasan di Afghanistan tidak hanya menimbulkan korban orang dewasa saja. Dua bocah turut menjadi korban dalam kekerasan yang terus berlanjut di negara Asia Selatan itu.
Sekelompok pria bersenjata melakukan aksi penyerangan di Provinsi Kandahar, Afghanistan. Sempat terjadi baku tembak dalam insiden ini, yang akhirnya menewaskan dua orang pelaku penyerangan.
Kantor Kepresidenan Afghanistan mengumumkan, Afghanistan dan AS menyelesaikan rancangan kemitraan strategis bidang pertahanan. Kemitraan itu akan mengatur hubungan antara kedua negara pasca penarikan pasukan AS dari negara itu pada akhir 2014.
Kelompok militan Taliban Afghanistan mengklaim telah menembak jatuh helikopter Black Hawk. Empat pasukan Amerika Serikat (AS) yang ada di dalam helikopter itu diyakini tewas.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengecam keras foto sadis dari pasukan Amerika Serikat (AS), yang berposes dengan potongan tubuh dari pelaku teroris. Karzai menilai tindakan pasukan AS itu menjijikan.