Pimpinan fraksi Hamas Ismail Haniyeh menegaskan, dirinya tidak akan membiarkan organisasi yang dipimpin olehnya, terseret dalam peperangan bila Israel membombardir fasilitas nuklir Iran.
Hamas mengadakan pembicaraan secara rahasia dengan lima negara anggota Uni Eropa belakangan ini. Bila memang kabar itu benar, isolasi terhadap Hamas yang dilakukan Barat semakin berkurang seiring dengan munculnya Arab Spring.
Isu rencana serangan Israel ke Iran masih terus menjadi tanda tanya. Namun menurut pihak pejuang Hamas, Israel telah menggunakan Gaza sebagai lokasi latihan perang mereka sebelum menyerang Iran.
Tokoh senior Hamas memastikan pihaknya tidak akan melancarkan serangan roket ke Israel, atas permintaan Iran bila memang terjadi perang antara Israel dan Iran.
Fraksi militer dari pejuang Hamas, mengancam Israel dengan mengatakan, Negeri Yahudi itu akan segera menerima balasan atas perbuatan jahatnya terhadap warga Palestina di Gaza, Masjid Al Aqsa, dan di penjara Israel.
Pemimpin Iran mendesak pihak Hamas terus melakukan perlawanan terhadap Israel. Iran pun menjamin dukungan kepada Hamas dalam melaksanakan perjuangan untuk membentuk negara Palestina merdeka.
Hubungan Turki dan pejuang Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza dikabarkan semakin erat. Hal itu tampaknya akan menjadi berita buruk bagi Israel yang saat bersitegang dengan Turki.
Pasukan Israel menahan salah seorang anggota Parlemen Palestina dari fraksi Hamas, Aziz Dweik. Palestina menilai, penahanan itu menjadi salah satu upaya Israel untuk mengganggu proses rekonsiliasi antara fraksi Hamas dan Fatah.
Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh mengatakan, akan muncul masa-masa yang sulit bagi Israel, seiring dengan munculnya peristiwa Arab Spring. Haniyeh juga mendesak adanya revolusi demi kemerdekaan Palestina.
Hamas mendapat sambutan yang hangat saat mengadakan lawatan ke markas Ikhwanul Muslimin di Kairo, Mesir. Para Ikhwan bahkan mengatakan, Hamas adalah panutannya.