Para ilmuwan yang tergabung dalam sebuah panel ilmuwan peraih nobel kembali memperingatkan akan bahaya perubahan iklim. Hal ini mereka sampaikan dalam KTT Iklim PBB (COP17) yang berlangsung di Durban, Afrika Selatan.
Badai salju dan temperatur dingin memaksa bandara-bandara utama di Eropa untuk menghentikan pengoperasian mereka. Dinginnya cuaca bahkan membuat pengguna jalan raya terjebak di dalam salju.
Di tengah kekhawatiran warga dunia akan masalah pemanasan global, Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NOAA) melaporkan jika suhu di bumi mencapai titik terpanasnya pada bulan Juni lalu.
Greenpeace mengungkapkan kekhawatiran atas inisiatif baru sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) yang dinilai tidak mengatasi penggundulan hutan untuk ekspansi kelapa sawit.
Ratusan penerbangan di seluruh Eropa dibatalkan. Penerbangan yang menuju Eropa pun terpaksa dialihkan, karena gumpalan debu dari letusan gunung Islandia telah mencapai Greenland dan Portugal.
Dunia sangat membutuhkan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil yang diperkirakan akan segera habis. Kondisi ini menjadi celah bagi Islandia memperkenalkan energi panas bumi atau geothermal ke seluruh pelosok bumi.
Perhatian masyarakat internasional meningkat drastis sejak adanya gerakan Hari Bumi pada 40 tahun lalu yang kini diperingati tiap 22 April. Kini, masyarakat telah menikmati hasilnya ketika individu dan perusahaan, bahkan pemerintah lebih peduli terhadap isu lingkungan.
Banyak negara maju membangkang, tidak mau membayar pendanaan untuk perubahan iklim. Padahal klausul itu telah menjadi komitmen mereka sesuai kesepakatan Bali Action Plan.