Militer Kamboja mengatakan, seorang polisi menembak mati seorang aktivis lingkungan. Usai melakukan aksinya, pelaku pun melakukan bunuh diri karena rasa bersalahnya.
Seorang mantan petinggi Khmer Merah menolak dirinya melakukan penyiksaan terhadap warga Kamboja, saat terjadi perang di 1970. Petinggi Khmer itu, kini tengah menjalani pengadilan atas tuduhan kejahatan kemanusian.
Ratusan pekerja di pabrik produsen peralatan olahraga ternama Amerika Serikat (AS), Nike, dilaporkan pingsan. Pihak Nike pun menyelidiki insiden yang terjadi ini.
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen membela diri, saat pertemuan puncak KTT ASEAN lalu dirinya dianggap terlalu dekat dengan China. PM Hun Sen mengatakan, pengkritiknya memperlakukan dia seperti anak kecil.
Gubernur Kota Bavet, Kamboja yang diduga terlibat dalam aksi penembakan pekerja tekstil, akhirnya dicopot dari jabatannya. Langkah ini diambil untuk mempermudah penyelidikan.
Media di Kamboja mempublikasikan permintaan maaf dari kepala penjara Khmer Merah Kaing Guek Eav. Sebelumnya, Guek Eav divonis penjara seumur hidup atas tuduhan genosida.
Aksi protes pekerja tekstil di Kamboja berakhir dengan peristiwa berdarah. Tiba-tiba saja suara tembakan terdengar di tengah protes. Akibatnya, tiga orang pendemo perempuan terluka dalam kejadian ini.
Pengadilan khusus PBB akhirnya memvonis kepala penjara Khmer Merah Kaing Guek Eav, dengan hukuman penjara seumur hidup. Vonis ini dikeluarkan karena kejahatannya yang mengejutkan dan mengerikan terhadap rakyat Kamboja.
Ratusan warga Kamboja memenuhi gedung yang dijadikan pengadilan penjahat perang Kamboja Kaing Guek Eav. Mantan kepala penjara di era Khmer Merah ini, tengah menantikan vonis atas kejahatan kemanusiaan.
Kepolisian Kamboja terus melakukan penyelidikan terhadap penemuan lima mayat yang disinyalir merupakan warga negara Prancis yang dilaporkan hilang tahun lalu. Kelima mayat tersebut ditemukan dalam sebuah mobil yang telah didorong ke dalam sebuah kolam di halaman belakang rumah keluarga itu.