Situs intelijen Israel melaporkan, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama melakukan kesepakatan rahasia dengan intelijen asing yang terlibat dalam distribusi senjata ke Suriah. Senjata yang saat itu dikirim ke Suriah adalah senjata anti-tank.
Deputi Kepala Staf Militer Israel Mayor Jendral Yair Naveh mengatakan, Presiden Suriah Bashar al Assad masih memegang kendali senjata-senjata canggih di negaranya. Senjata-senjata itu termasuk senjata kimia.
Adik dari Presiden Suriah Bashar al Assad, Maher al Assad, dikabarkan tewas dalam pembunuhan. Menurut laporan dari Suratkabar Al Shuruq, Maher tewas akibat 30 tembakan.
Pimpinan fraksi Dewan Nasional Suriah Burhan Ghalioun mengatakan, dirinya siap mengundurkan diri agar para pembelot Suriah bersatu. Beberapa anggota oposisi lain sempat menuding Ghalioun memonopoli kekuasaan di Dewan Nasional Suriah.
Presiden Suriah Bashar al Assad mengakui, negaranya ketika melawan Barat dalam perang media. Namun Assad mengklaim, kenyataan adalah yang paling penting dalam isu Suriah, bukan ilusi yang dibuat media.
Presiden Suriah Bashar al Assad mengatakan, seluruh negara yang mencoba untuk menciptakan kerusuhan di Suriah akan merasakan kerusuhan itu sendiri di negaranya. Perkataan Assad ditujukan untuk negara-negara Teluk.
Sebuah rekaman video yang disebar melalui internet, menunjukkan sebuah kelompok militan berada di balik ledakan bom yang menewaskan 55 jiwa pekan ini. Tidak diketahui apakah kelompok tersebut memiliki kaitan dengan Al Qaeda.
Iran mengecam keras ledakan dua bom yang melanda Suriah pada Kamis 10 kemarin. Ledakan yang menewaskan 55 orang, dicurigai Iran dilakukan oleh kekuatan Negara Barat.
Sekira 40 orang dikabarkan tewas. Sementara 170 orang lainnya terluka dalam ledakan bom kembar yang terjadi di distrik selatan Damaskus. Kantor berita Suriah memberitakan, kelompok teroris bertanggung jawab atas ledakan mematikan ini.